![]() |
| Caption. Masjid Agung Sultan Anum Sekadau. (7/8). Foto. (Ist) |
Padahal, rumah ibadah megah tersebut tergolong bangunan baru yang baru saja diresmikan pada tahun 2024 lalu.
Berdasarkan pantauan di lokasi, tampak sejumlah ember ditata di tengah area ruang sholat utama untuk menampung rembesan air yang menetes dari bagian atap/kubah.
Akibat kebocoran tersebut, pengurus masjid bahkan harus menggulung karpet sholat agar tidak basah dan rusak.
Marbot Masjid mengonfirmasi bahwa kondisi atap bocor tersebut sudah berlangsung cukup lama dan sangat mengganggu kenyamanan jemaah, terutama saat pelaksanaan sholat berjemaah maupun kegiatan ibadah seperti sholat Jumat.
"Kalau hujan deras memang langsung menetes airnya. Makanya karpet sengaja digulung, takut basah karena kalau menjemurnya susah, karpetnya berat," ujar sang marbot saat ditemui di lokasi.
Ia menjelaskan bahwa bagian atas bangunan sebenarnya sudah dicor dan dilakukan perbaikan. Namun, air tetap berhasil menerobos dan merembes melalui celah-celah di sekitar area kubah.
lebih lanjut di katakan perbaikan dari Pemerintah Daerah (Pemda) setempat sempat dilakukan satu kali, tetapi hingga kini belum ada penanganan lanjutan yang tuntas. Air hujan pun masih terus merembes setiap kali hujan deras mengguyur wilayah tersebut.
Kondisi ini amat disayangkan oleh para warga yang singgah, mengingat bangunan masjid baru berusia sekitar dua tahun.
Pengurus dan jemaah berharap Pemda atau dinas terkait dapat segera turun tangan melakukan perbaikan menyeluruh agar fasilitas ibadah tersebut dapat dipergunakan dengan nyaman tanpa terkendala kebocoran.( red).

0 Komentar