![]() |
| Caption. Camat Tumbang Titi Madat, S.Pd.SD., M.Sos. saat diwawancarai awak media usai rangkaian acara HUT RI Ke-80. Senin (17/8). Foto. (Novi). |
Kondisi tersebut mendapat apresiasi dari Camat Tumbang Titi, Madat, S.Pd.SD., M.Sos. Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan kegiatan tidak lepas dari kerja keras dan solidaritas panitia serta dukungan masyarakat.
Madat mengungkapkan, persiapan peringatan HUT Kemerdekaan tahun ini berlangsung dalam kondisi yang cukup terbatas. Dirinya bahkan baru kembali dari Jakarta setelah menjalani pendidikan formal berdasarkan Surat Tugas Pemerintah Daerah Kabupaten Ketapang tertanggal 12 Agustus 2026.
“Saya baru datang dari Jakarta untuk proses pendidikan. Jadi last minute, H-2 sebelum hari ulang tahun kita, baru saya datang,” ungkap Madat.
Meski waktu persiapan sangat singkat, ia bersama jajaran kecamatan tetap berupaya memastikan seluruh agenda peringatan kemerdekaan dapat terlaksana.
Keterbatasan anggaran pun menjadi salah satu tantangan utama yang harus dihadapi panitia. Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat untuk menggelar peringatan kemerdekaan secara sederhana tetapi tetap bermakna.
![]() |
| Caption. Camat tumbang Titi Madat,S,Pd,SD.,M.Sos.saat sesi foto bersama usai rangkaian HUT RI ke-81.foto.( Novi) |
Menurut Madat, kemeriahan peringatan HUT ke-81 RI bukan semata-mata diukur dari besarnya kegiatan, tetapi dari sejauh mana momentum tersebut mampu menyatukan masyarakat.
Berbagai perlombaan dan permainan rakyat menjadi ruang bagi warga untuk berkumpul, berinteraksi dan mempererat silaturahmi. Setelah kegiatan luar ruangan, rangkaian acara dilanjutkan dengan ramah tamah yang diisi pesan kebangsaan serta ajakan menjaga persatuan dan semangat gotong royong.
Madat menegaskan, peringatan kemerdekaan juga harus menjadi momentum evaluasi terhadap berbagai persoalan yang masih dihadapi masyarakat dan pemerintah di tingkat kecamatan.
“Hari ini jika sudah baik, untuk berikutnya kita buat menjadi lebih baik lagi,” pesannya.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak berjalan sendiri-sendiri. Pemerintah kecamatan, pemerintah desa, tokoh masyarakat, pemuda dan warga harus membangun komunikasi serta kerja sama agar berbagai persoalan di wilayah tersebut dapat dihadapi secara bersama.
Dengan mencakup 27 desa, terdiri dari 25 desa definitif dan 2 desa pengembangan, Kecamatan Tumbang Titi memiliki wilayah dan karakter masyarakat yang beragam. Karena itu, menurut Madan, persatuan dan solidaritas menjadi kekuatan penting dalam menjaga stabilitas sekaligus mendorong pembangunan.
Ia berharap semangat yang terlihat dalam peringatan HUT ke-81 RI tidak berhenti setelah acara selesai. Semangat gotong royong dan kebersamaan tersebut harus dibawa ke dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.
“Peringatan HUT Kemerdekaan jangan hanya menjadi seremoni tahunan. Ini harus menjadi momentum untuk memperkuat persatuan, meningkatkan kepedulian sosial dan bersama-sama membangun Tumbang Titi menjadi lebih baik,” pungkasnya. (Novi)


0 Komentar