Kegiatan tersebut dihadiri Sultan Kadriah Sultan Syarif Machmud Melvin Alkadrie, S.H., selaku tuan rumah, serta perwakilan unsur TNI-Polri, FKPD Kalimantan Barat, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan undangan lainnya. Kodaeral XII dalam kegiatan tersebut diwakili Kapok Sahli Kodaeral XII.
Dalam dialog interaktif, peserta membahas kondisi Karhutla di Kalimantan Barat serta langkah-langkah yang perlu diperkuat untuk mencegah meluasnya kebakaran, khususnya di wilayah gambut. Pembahasan mencakup pentingnya penguatan edukasi kepada masyarakat dan korporasi, penerapan peraturan secara konsisten, peningkatan sarana pendukung penanganan Karhutla, serta koordinasi antarpemangku kepentingan.
Selain pencegahan Karhutla, forum juga membahas dampak yang dirasakan masyarakat, khususnya terkait kebutuhan air bersih. Distribusi air bersih menjadi salah satu perhatian dalam dialog melalui penguatan kerja sama antara pemerintah, organisasi masyarakat, dunia usaha, dan pihak terkait lainnya untuk memastikan ketersediaan serta keterjangkauan air bagi masyarakat terdampak.
Kodaeral XII mendukung penguatan sinergi lintas sektor dalam menghadapi Karhutla di Kalimantan Barat. Melalui keterlibatan aktif dalam forum dialog dan koordinasi bersama berbagai elemen, diharapkan upaya pencegahan dapat dilakukan secara lebih terpadu, sekaligus memberikan respons yang tepat terhadap kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak.
( Novi)
(Dispen Kodaeral XII)

0 Komentar